Panduan MBS Food Cost
SPV / Manager

Cara Membaca Laporan Pengeluaran

Panduan Manager & Keuangan membaca laporan Pengeluaran di MBS Food Cost — melihat ke mana uang pergi per item & biaya lintas tiga sumber (Pembelian langsung, PO Diterima, Biaya Operasional/Gaji), membandingkan dengan periode lalu, dan menangkap item yang naik harga atau biaya yang baru muncul. Laporan ini hanya bisa dibaca Manager ke atas.

Untuk:SPV / ManagerKeuanganAdminOwner / Pemilik

Halaman Pengeluaran (menu Laporan & Keuangan → Pengeluaran) mengumpulkan semua uang yang keluar menjadi satu daftar — per item (beras, ayam, cabe) dan per biaya (listrik, gaji, ongkos kirim). Tujuannya satu: melihat ke mana uang pergi dan apa yang naik dibanding bulan lalu, tanpa harus memeriksa tiga catatan berbeda secara terpisah.

🎓 Pahami dulu: dari mana angka pengeluaran datang

Analogi sederhana

Bayangkan Anda mengeluarkan uang dari dompet lewat tiga cara: belanja langsung di pasar, terima barang dari pesanan (PO), dan bayar tagihan rutin (listrik, gaji). Selama ini ketiganya tercatat di tempat terpisah. Laporan Pengeluaran menggabungkan ketiganya jadi satu daftar, lalu menyandingkan tiap baris dengan bulan lalu — jadi Anda langsung tahu: "ayam naik Rp300.000 bulan ini" atau "ada biaya listrik baru yang dulu tidak ada".

Tiga sumber pengeluaran

Setiap baris berasal dari salah satu dari tiga sumber ini:

PembelianBeli langsung tanpa PO
PO DiterimaBarang diterima dari pesanan PO
OpexBiaya operasional & gaji
  • Pembelian = beli langsung di lapangan tanpa pesanan PO (catatan Pembelian harian).
  • PO Diterima = barang yang diterima dari sebuah pesanan PO. Pesanan yang baru dibuat/dikirim tapi belum diterima belum dihitung — uangnya belum benar-benar keluar.
  • Opex = biaya operasional dan gaji (listrik, air, sewa, ongkos kirim, gaji karyawan, dst).

Satu item bisa muncul dua kali kalau dibeli keduanya langsung dan lewat PO di periode yang sama — itu benar, supaya sumbernya tidak tercampur. Lihat kolom Sumber untuk membedakan.

Apa itu "Selisih"?

Kolom Selisih membandingkan pengeluaran periode ini dengan periode lalu (bulan sebelumnya, atau jendela tanggal yang sama panjangnya sebelum rentang kustom):

  • ↑ naik (merah) — pengeluaran untuk item/biaya ini lebih besar dari periode lalu. Inilah sinyal utama: harga naik, atau belinya lebih banyak.
  • ↓ turun (hijau) — pengeluaran lebih kecil dari periode lalu.
  • — stabil — hampir sama (selisih di bawah Rp 1).
  • baru (lencana) — item/biaya ini ada pengeluarannya periode ini, tapi tidak ada di periode lalu. Bisa jadi benar-benar baru, atau dulu lupa dicatat.

Kenapa penting?

Pengeluaran adalah sisi uang keluar dari usaha. Dengan melihat apa yang melonjak, Anda bisa mengejar kenapa sebelum angkanya menumpuk: vendor naik harga, bocor di pemakaian, atau satu biaya besar yang baru muncul. Angka di sini murni total uang keluar — bukan biaya bahan (HPP) dan bukan food cost; itu laporan terpisah.

Sumber belajar

Memilih warung, periode & rentang tanggal

Di atas tabel ada tiga pilihan berdampingan:

  • Warung — pilih satu outlet, atau biarkan untuk melihat gabungan semua outlet yang menjadi cakupan Anda (tiap baris menampilkan kolom Outlet asalnya).
  • Periode — pilih bulan. Standarnya bulan berjalan. Bandingan otomatis adalah bulan sebelumnya.
  • Dari tanggal / Sampai tanggal — isi kedua-duanya untuk memakai rentang kustom. Saat rentang kustom aktif, pilihan Periode jadi mati (redup)rentang menang. Bandingan otomatis menjadi rentang sepanjang yang sama persis sebelum tanggal Dari. Kosongkan salah satu tanggal untuk kembali memakai pilihan Periode.

Laporan dihitung ulang otomatis setiap kali Anda mengganti filter.

Membaca ringkasan

Kartu di atas memberi gambaran cepat:

Pengeluaran — ringkasan
Total Pengeluaran
Rp 11.903.090

vs periode lalu: −Rp 441.771 (−3,6%)

PO Diterima
Rp 370.000
Pembelian
Rp 1.673.500
Opex
Rp 9.859.590
  • Total Pengeluaran = gabungan ketiga sumber pada periode ini, plus selisih vs periode lalu (rupiah dan persen).
  • Tiga kartu kecil = pembagian per sumber (PO Diterima / Pembelian / Opex), supaya Anda tahu uang terbesar keluar lewat jalur mana.

Membaca tabel & kolom Selisih

Tabel menampilkan satu baris per item atau per biaya. Anda bisa mencari lewat kotak Cari item/biaya…, dan mengurutkan dengan menekan judul kolom yang berwarna. Urutan standar adalah Selisih turun — sehingga item yang paling melonjak selalu di paling atas. Tabel panjang otomatis terbagi beberapa halaman.

Pengeluaran — tabel
NamaKategoriSumberOutletTotal (Periode Ini)Total (Periode Lalu)Selisih
CabeRM026
FoodPO DiterimaBENOWORp 370.000

Rp 0

baru
Ayam (P20)RM001
FoodPembelianBENOWORp 570.000

Rp 270.000

↑ Rp 300.000 (+111,1%)

Gaji KaryawanGajiOpexBENOWORp 4.857.726

Rp 5.906.359

↓ Rp 1.048.633 (−17,8%)

Sewa TempatOperasionalOpexBENOWORp 3.500.000

Rp 3.500.000

Arti kolom Selisih:

  • ↑ Rp… (+X%) (merah) = naik — pengeluaran naik vs periode lalu. Cek apakah harganya naik atau jumlah belanjanya bertambah.
  • ↓ Rp… (−X%) (hijau) = turun — pengeluaran turun.
  • = stabil — hampir tidak berubah.
  • baru = baru ada pengeluarannya periode ini, tidak ada di periode lalu.

Tanda panah menunjukkan arah sekali — angka rupiahnya selalu ditampilkan tanpa tanda minus ganda, persentase tetap membawa tandanya supaya Anda melihat seberapa besar perubahannya.

Angka dihitung ulang, tidak bisa "diedit"

Laporan ini hanya membaca catatan yang sudah ada (Pembelian, penerimaan PO, biaya operasional). Tidak ada tombol untuk menambah atau mengubah angka di sini — semua angka berasal dari catatan harian. Kalau sebuah angka terlihat salah, perbaiki di catatan aslinya, bukan di laporan ini.

Catatan akses

Laporan ini hanya bisa dibaca Manager ke atas (Manager, Keuangan, Admin, Owner). Tim Warung (staff) tidak melihat menu Pengeluaran dan kalau membuka alamatnya langsung akan melihat "Akses ditolak". Setiap warung juga dibatasi sesuai cakupan Anda — outlet di luar cakupan tidak pernah muncul.

Di halaman ini