Istilah Penting
Arti istilah-istilah yang sering dipakai di aplikasi MBS Food Cost, dengan bahasa sederhana dan contoh.
Halaman ini menjelaskan istilah-istilah penting yang dipakai di aplikasi, dengan bahasa yang mudah dan contoh sehari-hari. Anda tidak perlu menghafal semuanya โ buka halaman ini kapan saja kalau ada kata yang belum jelas.
Food Cost (Biaya Bahan)
Food cost adalah seberapa besar uang bahan baku dibanding uang penjualan. Biasanya ditulis dalam persen (%).
๐ Pahami Food Cost
Analogi sederhana
Bayangkan Anda jualan es teh seharga Rp 5.000. Untuk membuatnya, Anda butuh teh, gula, dan es seharga Rp 1.500. Berarti food cost-nya:
Rp 1.500 รท Rp 5.000 = 30%
Artinya, dari setiap Rp 5.000 yang masuk, Rp 1.500 dipakai untuk bahan. Sisanya Rp 3.500 untuk sewa, gaji, listrik, dan keuntungan.
Kenapa penting?
- Kalau food cost terlalu tinggi (misalnya 50%), keuntungan menipis โ bisa jadi harga jual kurang, porsi terlalu besar, atau ada kebocoran (bahan terbuang atau harga beli dinaikkan).
- Kalau terlalu rendah, mungkin porsi terlalu kecil dan pelanggan kecewa.
- Aplikasi ini membantu Anda menjaga food cost tetap sehat dengan mencatat pembelian dan penjualan secara rapi.
Sumber belajar
HPP (Harga Pokok Penjualan)
HPP adalah total biaya bahan untuk barang yang terjual. Bedanya dengan pembelian: pembelian adalah bahan yang masuk, HPP adalah bahan yang benar-benar dipakai dan laku.
๐ Pahami HPP
Analogi sederhana
Anda beli 100 butir telur hari ini (itu pembelian). Tapi yang dipakai untuk masakan yang laku hari ini cuma 60 butir. Nilai 60 butir itulah yang masuk HPP hari ini. Sisanya 40 butir masih jadi stok.
Kenapa penting?
HPP dipakai untuk menghitung laba yang sebenarnya. Kalau kita pakai angka pembelian (bukan HPP), laba bisa terlihat salah karena ada bahan yang belum terpakai.
Stok Opname
Stok opname adalah menghitung ulang barang yang masih ada di gudang/warung, lalu mencocokkannya dengan catatan di aplikasi.
๐ Pahami Stok Opname
Analogi sederhana
Seperti menghitung uang di laci kasir di akhir hari. Catatan bilang seharusnya ada Rp 500.000, tapi yang nyata cuma Rp 480.000 โ selisih Rp 20.000 perlu dicari tahu. Stok opname melakukan hal yang sama untuk bahan, bukan uang.
Kenapa penting?
Selisih antara catatan dan kenyataan bisa menunjukkan kebocoran (barang hilang, terbuang, atau salah catat). Opname rutin menjaga data tetap dapat dipercaya.
PO (Purchase Order / Pesanan Pembelian)
PO adalah surat pesanan resmi ke pemasok (supplier): barang apa, berapa banyak, dan berapa harganya. Setelah disetujui, PO dikirim ke pemasok, lalu barang datang ("diterima"), lalu dibayar.
๐ Pahami alur PO
Cara kerjanya
Sebuah PO berjalan dari awal sampai lunas seperti ini:
Kenapa penting?
Setiap tahap punya penanggung jawab yang jelas. Mengirim dan membayar PO hanya boleh dilakukan peran Keuangan โ supaya uang selalu terkontrol dan tercatat siapa yang melakukannya.
Beli Tempo / Jatuh Tempo (Utang Supplier)
Membeli bahan "tempo" artinya barang sudah diterima sekarang, tapi dibayarnya nanti (ngutang ke supplier). Tanggal kapan utang itu harus dibayar disebut Jatuh Tempo.
๐ Pahami Beli Tempo
Analogi sederhana
Seperti makan di warung lalu dicatat dulu, dibayar tanggal tujuh. Makanannya sudah Anda dapat hari ini โ yang ditunda hanya bayar uangnya.
Cara kerjanya
Saat mencatat pembelian, di kolom "Sudah dibayar?" pilih Belum. Barang tetap masuk stok dan jadi biaya bahan (COGS) hari itu juga โ karena barangnya sudah diterima. Yang ditunda hanya pengeluaran kas-nya (kalau pakai Kas Kecil, kasnya belum dipotong). Jatuh Tempo terisi otomatis = tanggal terima + tempo vendor (mis. +7 hari).
Kenapa penting?
Karena barangnya sudah dipakai/dijual walau belum dibayar, biaya bahannya harus tetap tercatat sekarang โ kalau tidak, angka food cost kelihatan lebih murah dari kenyataan. Mencatat "Belum" dengan benar membuat stok & food cost tetap akurat; utangnya diurus terpisah nanti.
Laba Rugi (P&L)
Laba Rugi (Profit & Loss / P&L) adalah ringkasan uang masuk dikurangi uang keluar dalam satu periode (misalnya satu bulan). Hasilnya: untung atau rugi.
๐ Pahami Laba Rugi
Analogi sederhana
Seperti buku catatan di akhir bulan: "Penjualan Rp 50 juta, biaya bahan Rp 17 juta, gaji Rp 10 juta, sewa Rp 5 juta โ sisa untung Rp 18 juta." Itulah laba rugi, hanya saja aplikasi menghitungnya otomatis dan rapi.
Sumber belajar
Snapshot / Bekukan Laba Rugi
Membekukan (snapshot) Laba Rugi berarti memotret angka laba rugi dan pembagian hasil satu bulan apa adanya saat itu, lalu menyimpannya sebagai arsip resmi yang tidak ikut berubah walau catatan sumber diperbaiki belakangan. Berbeda dengan halaman Laba Rugi biasa yang selalu mengikuti data terbaru. Snapshot adalah syarat sebelum sebuah periode (bulan) bisa ditutup. Hanya Keuangan/Admin/Owner yang bisa membekukan. Lihat Cara Membekukan Laba Rugi.
Cadangan (Backup)
Mencadangkan (backup) artinya menyalin data ke tempat lain supaya tetap selamat kalau data asli hilang/bermasalah. Di MBS Food Cost, seluruh basis data dicadangkan otomatis oleh sistem secara berkala di latar belakang โ Anda tidak perlu mencadangkan apa pun secara manual. Mencadangkan tidak menghapus data apa pun.
Tutup Buku (Tutup Periode)
Menutup buku artinya merampungkan catatan satu periode (bulan) secara resmi setelah semuanya lengkap dan benar. Di MBS Food Cost, menutup periode menggulung saldo (stok & kas) menjadi saldo awal bulan berikutnya lalu mengunci bulan itu โ tanpa menghapus data transaksi apa pun. Hanya Keuangan/Admin/Owner yang boleh menutup periode. Lihat Cara Menutup Periode.
Bagi Hasil
Pembagian Laba Bersih sebuah outlet ke para mitra (misalnya Owner dan PT MBS) sesuai persentase yang disepakati โ contoh Owner 75% / PT MBS 25%. Bagi hasil tidak muncul di halaman Laba Rugi harian; ia ikut dibekukan saat snapshot supaya bagian tiap mitra di bulan itu terkunci dan tidak berubah walau persentasenya diubah belakangan.
Aset Modal (Depresiasi & Amortisasi)
Biaya mahal yang manfaatnya berlangsung banyak bulan โ terutama Renovasi (renovasi dapur, bangun meja) dan Sewa (sewa ruko). Karena manfaatnya bukan satu bulan, biayanya tidak dicatat sekaligus, melainkan dibagi rata per bulan selama masa manfaatnya. Itulah yang muncul sebagai baris (-) Depresiasi Renovasi dan (-) Amortisasi Sewa di Laba Rugi. Aset modal ini dicatat Admin/Owner di menu Data Master โ Depresiasi & Amortisasi. Lihat panduan Mengelola Data Master โ Aset Modal.
Rekap Kas (Kas POS vs Setoran)
Membandingkan uang tunai yang dicatat mesin POS dengan uang yang benar-benar disetor. Kas POS = total penjualan tunai (metode bayar CASH / TUNAI / KAS) dari Laporan POS. Setoran = penjualan channel Cash yang masuk. Selisih = Kas POS โ Setoran. Kalau kas POS jauh lebih besar dari setoran, hari itu ditandai ๐ฉ kurang setor โ sinyal kas mungkin belum disetor atau ada selisih kasir. Lihat panduan Cara Membaca Rekap Kas.
Resep / BOM, Menu Key & Sub-Resep
Resep (BOM โ Bill of Materials) adalah daftar bahan beserta jumlahnya per porsi untuk satu menu. Contoh: satu porsi Nasi Goreng = 150 gr nasi + 50 gr ayam + 20 gr bumbu. Sistem memakai resep ini untuk menghitung bahan yang terpakai dari penjualan.
Menu Key adalah kode internal singkat (huruf kapital, misal NASI_GORENG) yang
menghubungkan nama menu di laporan POS dengan resepnya. Satu Menu Key boleh dipakai oleh
banyak nama POS yang bahannya sama.
Sub-Resep adalah resep yang dipakai sebagai bahan di resep lain โ biasanya bumbu
atau saus dasar yang muncul di banyak menu (misal SR_BUMBU_RENDANG). Menu Key sebuah
Sub-Resep selalu diawali SR_. Buat sekali, pakai ulang di banyak menu; ubah sekali,
semua menu ikut berubah. Sub-Resep hanya boleh satu tingkat (tidak boleh berisi
Sub-Resep lain).
Yield Factor adalah faktor susut bahan. 1.000 berarti tidak ada susut; angka
lebih besar dipakai bila bahan menyusut saat dimasak. Lihat panduan
Peta POS & Resep (BOM) untuk cara mengisinya.
Payroll: Bruto, Neto, Bonus & Potongan
Payroll adalah perhitungan gaji bulanan per outlet. Angkanya tidak diketik manual โ sistem menghitungnya dari absensi (berapa hari hadir) dan lembur yang sudah disetujui, dikalikan tarif karyawan itu.
Bruto adalah gaji sebelum dipotong: upah pokok + upah lembur + semua Bonus (misal THR).
Neto adalah gaji yang benar-benar diterima karyawan: Bruto dikurangi semua Potongan (misal cicilan kasbon).
Jumlah bonus/potongan selalu diisi angka positif. Tanda tambah/kurangnya datang dari pilihan Jenis (Bonus atau Potongan), bukan dari tanda minus yang Anda ketik.
Draf โ Final adalah dua tahap payroll. Draf masih boleh diubah dan dihitung ulang. Final artinya angkanya dibekukan โ dan sejak saat itu absensi bulan itu terkunci, supaya catatan gaji dan catatan absensi tidak berbeda. Kalau ternyata ada yang salah, payroll harus dibatalkan (void) dulu, baru absensinya bisa dikoreksi. Lihat panduan Menghitung Payroll.